
Makanan Dan Minuman Khas Yogyakarta Wajib Dicoba
Berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta rasanya belum lengkap kalau hanya mengunjungi Malioboro, Keraton, pantai, atau kawasan wisata alamnya tanpa berburu kuliner. Makanan dan minuman khas Yogyakarta mempunyai karakter yang mudah dikenali, mulai dari gudeg bercita rasa manis, sate klathak dengan penyajian sederhana, bakpia yang populer sebagai buah tangan, hingga wedang uwuh yang menghadirkan aroma rempah. Menariknya, kuliner Jogja tidak hanya hidup sebagai daya tarik wisata. Banyak hidangan lahir dari kebiasaan masyarakat setempat dan diwariskan lintas generasi sehingga cerita di balik makanannya sering kali sama menariknya dengan rasa yang disajikan.
Menjelajahi makanan dan minuman khas Yogyakarta dan penjelasannya juga memperlihatkan bahwa kuliner daerah ini jauh lebih beragam daripada gudeg. Ada brongkos yang kaya bumbu, oseng mercon dengan sensasi pedas, mangut lele, sate klathak, tiwul, geplak, jadah tempe, hingga aneka minuman tradisional berbahan rempah. Di tengah perkembangan wisata kuliner, sejumlah makanan khas Jogja viral juga kembali mendapat perhatian karena diperkenalkan melalui media sosial. Meski tren datang dan pergi, kuliner tradisional tetap menarik karena membawa identitas rasa, bahan lokal, serta kebiasaan makan masyarakat Yogyakarta yang telah berkembang sejak lama.
Makanan Dan Minuman Khas Yogyakarta Punya Karakter Unik
Kuliner Yogyakarta sering diasosiasikan dengan rasa manis, tetapi sebenarnya spektrum rasanya jauh lebih luas. Ada makanan gurih, pedas, berempah, hingga hidangan sederhana berbahan singkong dan hasil pertanian lokal. Perbedaan karakter tersebut juga dipengaruhi wilayah. Kuliner dari pusat Kota Yogyakarta tidak selalu sama dengan makanan yang berkembang di Bantul, Sleman, Kulon Progo, atau Gunungkidul.
Keberagaman itulah yang membuat perjalanan kuliner di Jogja menarik. Dalam satu hari, wisatawan dapat menikmati sarapan gudeg, mencicipi jajanan pasar pada siang hari, makan sate klathak menjelang malam, kemudian menutup perjalanan dengan minuman rempah hangat.
Kuliner Jogja Bukan Cuma Gudeg
Gudeg memang menjadi ikon yang paling mudah dikaitkan dengan Yogyakarta, tetapi menjadikan gudeg sebagai satu-satunya representasi kuliner Jogja tentu terlalu sederhana. Daerah ini mempunyai banyak makanan yang berkembang dari bahan, kondisi geografis, dan tradisi masyarakat berbeda.
Gunungkidul, misalnya, mempunyai tradisi olahan singkong seperti tiwul. Bantul dikenal dengan sejumlah kuliner seperti sate klathak, sedangkan kawasan lain mempunyai jajanan dan makanan rumahan yang tidak kalah menarik.
1 Gudeg Kuliner Ikonik dari Yogyakarta
Gudeg hampir selalu berada di barisan pertama ketika membahas makanan khas Jogja. Hidangan ini dibuat menggunakan nangka muda yang dimasak bersama berbagai bumbu dalam waktu cukup lama. Proses tersebut menghasilkan tekstur lembut sekaligus rasa khas yang kemudian dipadukan dengan berbagai lauk.
Gudeg umumnya disajikan bersama nasi, sambal goreng krecek, telur, tahu atau tempe, serta ayam. Komposisi lauk dapat berbeda tergantung tempat makan dan gaya gudeg yang dibuat.
Gudeg Kering dan Gudeg Basah
Secara umum, wisatawan akan menemukan gudeg dengan karakter lebih kering maupun gudeg yang memiliki kuah atau areh lebih banyak. Gudeg kering cocok dijadikan buah tangan karena relatif lebih praktis dibawa, sedangkan gudeg basah menawarkan sensasi sajian yang berbeda ketika disantap langsung.
Perbedaan tersebut membuat pengalaman menikmati gudeg tidak harus berhenti pada satu tempat. Setiap penjual dapat mempunyai racikan, tingkat kemanisan, lauk, dan karakter sambal krecek sendiri.
2 Sate Klathak dengan Tusuk Besi yang Khas
Sate klathak menjadi salah satu kuliner yang menarik karena cara penyajiannya berbeda dari sate pada umumnya. Sate berbahan daging kambing ini dikenal menggunakan jeruji besi sebagai tusuk, bukan tusuk bambu yang lazim ditemukan pada sate.
Bumbunya juga relatif sederhana sehingga karakter daging tetap terasa. Kesederhanaan tersebut justru menjadi identitas yang membuat sate klathak mudah dibedakan dari sate kambing dengan bumbu kacang atau kecap yang lebih dominan.
Kenapa Menggunakan Jeruji Besi
Penggunaan jeruji besi membantu menghantarkan panas ketika daging dibakar. Hasil akhirnya tetap bergantung pada teknik memasak, ukuran potongan daging, serta kualitas bahan yang digunakan.
Sate klathak biasanya semakin nikmat ketika disantap hangat. Bagi wisatawan yang menyukai olahan kambing, kuliner ini layak masuk daftar perjalanan saat berada di kawasan Yogyakarta, khususnya Bantul.
3 Brongkos dengan Kuah Gelap dan Kaya Bumbu
Kalau ingin mencoba kuliner berkuah dengan karakter lebih kuat, brongkos menjadi pilihan menarik. Hidangan tradisional ini mempunyai kuah berwarna gelap dengan rasa gurih, manis, dan rempah yang berpadu dalam satu sajian.
Isi brongkos dapat bervariasi. Kacang tolo menjadi salah satu bahan yang identik dengan hidangan ini, kemudian dapat dipadukan dengan tahu, telur, atau daging sesuai racikan masing-masing pembuat.
Brongkos Cocok untuk Pecinta Masakan Berempah
Karakter brongkos berbeda dari gudeg walaupun keduanya sama-sama lekat dengan kuliner Yogyakarta. Jika gudeg menonjolkan olahan nangka muda, brongkos menghadirkan kuah dan bumbu yang lebih terasa.
Menyantapnya bersama nasi hangat membuat kuah lebih mudah dinikmati. Bagi wisatawan yang mencari makanan tradisional Jogja selain gudeg, brongkos patut dicoba.
4 Oseng Mercon untuk Penggemar Makanan Pedas
Jogja tidak melulu soal rasa manis. Oseng mercon menjadi bukti bahwa pencinta makanan pedas juga punya banyak alasan untuk berburu kuliner di kota ini. Nama “mercon” menggambarkan sensasi pedas yang terasa meledak di mulut.
Olahan ini umumnya menggunakan bagian daging dan cabai dalam jumlah cukup banyak. Setiap tempat dapat menawarkan tingkat kepedasan dan komposisi berbeda sehingga pengalaman menyantapnya tidak selalu sama.
Makanan Khas Jogja Viral yang Tetap Diburu
Oseng mercon kerap muncul dalam rekomendasi kuliner dan konten media sosial karena karakter pedasnya mudah menarik perhatian. Tantangan makan pedas juga membuat hidangan seperti ini gampang menjadi bahan konten.
Meski begitu, jangan hanya mengejar level pedas. Kualitas bumbu dan pengolahan bahan tetap menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati oseng mercon.
5 Bakpia Jajanan Khas Jogja Favorit Wisatawan
Berbicara mengenai jajanan khas Jogja, bakpia hampir tidak pernah terlewat. Bentuknya praktis, mudah dibawa, dan tersedia dalam berbagai pilihan isian sehingga populer sebagai oleh-oleh setelah berkunjung ke Yogyakarta.
Isian kacang hijau menjadi varian klasik yang sangat dikenal. Seiring perkembangan selera konsumen, produsen kemudian menghadirkan berbagai rasa seperti cokelat, keju, hingga varian lain.
Bakpia Tradisional dan Bakpia Kekinian
Perkembangan bakpia menunjukkan bagaimana makanan tradisional dapat beradaptasi dengan perubahan zaman. Saat ini wisatawan dapat menemukan bakpia dengan tekstur dan konsep yang berbeda-beda.
Ada yang mempertahankan karakter klasik, ada pula produk yang menawarkan kulit serta isian dengan pendekatan lebih modern. Pilihan tersebut membuat bakpia tetap relevan di tengah munculnya banyak makanan khas Jogja viral.
6 Geplak dengan Warna yang Menggoda
Geplak merupakan jajanan tradisional yang mudah dikenali karena bentuk dan warnanya. Kudapan ini dikenal menggunakan kelapa parut dan gula sebagai bahan utama sehingga menghasilkan rasa manis yang cukup kuat.
Geplak mempunyai keterkaitan erat dengan Bantul dan menjadi salah satu contoh bagaimana bahan sederhana dapat berkembang menjadi makanan khas daerah.
Geplak Cocok Menjadi Oleh Oleh
Teksturnya yang khas dan bentuknya relatif praktis membuat geplak sering dipilih sebagai buah tangan. Namun, wisatawan yang kurang menyukai makanan manis mungkin ingin menikmatinya dalam porsi kecil.
Keunikan geplak bukan hanya terletak pada rasa, melainkan juga pada posisinya sebagai bagian dari tradisi kuliner lokal yang masih dapat ditemukan sampai sekarang.
7 Tiwul Makanan Tradisional Berbahan Singkong
Tiwul memperlihatkan sisi berbeda dari makanan dan minuman khas Yogyakarta. Hidangan ini dibuat dari singkong yang diolah menjadi gaplek sebelum melalui proses berikutnya hingga menjadi tiwul.
Tiwul mempunyai hubungan kuat dengan sejarah pangan masyarakat, terutama di kawasan yang secara tradisional memanfaatkan singkong sebagai salah satu sumber karbohidrat.
Tiwul Kini Menjadi Kuliner yang Dicari Wisatawan
Jika dahulu tiwul mempunyai fungsi penting sebagai makanan pokok alternatif, sekarang hidangan ini juga menjadi bagian dari pengalaman wisata kuliner. Tiwul dapat ditemukan dalam bentuk tradisional maupun berbagai pengembangan produk.
Menikmati tiwul sekaligus memberikan gambaran bahwa kekayaan kuliner Yogyakarta tidak hanya terbentuk dari makanan restoran, tetapi juga dari pengetahuan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal.
8 Jadah Tempe Kuliner Sederhana yang Bikin Rindu
Jadah tempe dikenal sebagai salah satu kuliner yang lekat dengan kawasan Kaliurang. Jadah dibuat dari beras ketan dengan karakter gurih, kemudian disantap bersama tempe yang mempunyai rasa lebih manis.
Perpaduan tersebut menghasilkan kontras rasa sederhana tetapi khas. Tekstur jadah yang padat juga berpadu menarik dengan tempe sehingga keduanya terasa saling melengkapi.
Jadah Tempe Nikmat Disantap Saat Masih Hangat
Udara kawasan Kaliurang yang relatif sejuk membuat kudapan seperti jadah tempe terasa cocok disantap dalam perjalanan. Tidak dibutuhkan penyajian rumit untuk menikmati hidangan ini.
Kesederhanaan justru menjadi kekuatannya. Bagi wisatawan yang ingin mengenal jajanan tradisional Yogyakarta, jadah tempe dapat menjadi salah satu pilihan.
9 Yangko dengan Tekstur Kenyal dan Manis
Yangko merupakan jajanan yang memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis. Bentuknya umumnya berupa potongan kecil sehingga mudah disantap dan praktis dijadikan buah tangan.
Sekilas teksturnya dapat mengingatkan pada beberapa jenis kudapan berbahan tepung ketan dari daerah atau negara lain. Namun, yangko telah lama dikenal sebagai bagian dari jajanan khas Yogyakarta.
Jajanan Khas Jogja untuk Oleh Oleh
Selain bakpia, wisatawan dapat memilih yangko ketika ingin membawa pulang sesuatu yang berbeda. Varian rasa yang tersedia juga semakin beragam mengikuti perkembangan pasar.
Sebelum membeli untuk perjalanan jauh, perhatikan informasi penyimpanan dan masa konsumsi pada kemasan agar produk tetap dalam kondisi baik ketika sampai tujuan.
10 Mangut Lele dengan Aroma Asap yang Menggoda
Mangut lele menawarkan karakter berbeda dibandingkan kuliner Jogja yang bercita rasa dominan manis. Lele biasanya melalui proses pengasapan sebelum dimasak dengan kuah berbumbu sehingga menghasilkan aroma khas.
Perpaduan ikan asap dengan kuah gurih dan pedas membuat hidangan ini cocok bagi pencinta makanan bercita rasa kuat.
Mangut Lele Menawarkan Pengalaman Kuliner Rumahan
Salah satu daya tarik mangut adalah kesan masakan rumahan yang terasa kuat. Hidangan seperti ini cocok disantap bersama nasi hangat dan lauk pendamping sederhana.
Bagi wisatawan yang sudah beberapa kali menikmati gudeg, mangut lele dapat menjadi alternatif untuk melihat sisi lain kuliner tradisional Jogja.
11 Kipo Jajanan Kecil dari Kotagede
Kipo merupakan salah satu jajanan khas Jogja yang menarik untuk dikenali. Kudapan berukuran kecil ini identik dengan Kotagede dan mempunyai karakter yang berbeda dari bakpia maupun geplak.
Bentuknya kecil dengan warna kehijauan dan isian manis. Ukurannya membuat kipo mudah disantap dalam beberapa gigitan.
Kipo Membawa Identitas Kuliner Kotagede
Mengunjungi Kotagede tidak hanya menawarkan pengalaman melihat kawasan yang memiliki jejak sejarah panjang. Kuliner lokal seperti kipo juga menjadi bagian dari identitas kawasan tersebut.
Inilah salah satu alasan eksplorasi makanan berdasarkan wilayah menarik dilakukan di Yogyakarta. Setiap kawasan dapat menawarkan cerita dan sajian yang berbeda.
12 Gatot Olahan Tradisional dari Singkong
Selain tiwul, ada gatot yang juga berkaitan dengan pengolahan singkong. Hidangan ini mempunyai tekstur dan karakter berbeda sehingga tidak tepat jika dianggap sama dengan tiwul.
Gatot memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan singkong melalui proses pengolahan tradisional. Kini makanan tersebut juga dapat ditemukan sebagai bagian dari kuliner khas yang diperkenalkan kepada wisatawan.
Gatot dan Tiwul Punya Karakter Berbeda
Walaupun bahan dasarnya berhubungan dengan singkong, hasil akhir keduanya berbeda. Karena itu, mencoba keduanya dapat memberikan pengalaman lebih lengkap mengenai kuliner berbasis hasil pertanian lokal.
Makanan seperti gatot juga menarik dari perspektif E-E-A-T karena konteks sejarah dan budaya pangannya membantu pembaca memahami alasan sebuah hidangan menjadi khas suatu wilayah, bukan sekadar mengetahui namanya.
13 Wedang Uwuh Minuman Rempah Khas Yogyakarta
Daftar makanan dan minuman khas Yogyakarta tentu belum lengkap tanpa wedang uwuh. Minuman tradisional ini dikenal berasal dari kawasan Imogiri, Bantul, dan dibuat dari campuran berbagai bahan rempah.
Istilah “uwuh” dalam bahasa Jawa berarti sampah. Nama tersebut berkaitan dengan tampilan bahan rempah di dalam gelas yang terlihat seperti kumpulan dedaunan. Meski namanya terdengar unik, aroma dan warnanya justru menjadi daya tarik.
Wedang Uwuh Cocok Dinikmati Saat Hangat
Bahan yang digunakan dalam wedang uwuh dapat mencakup jahe dan berbagai rempah serta bagian tumbuhan lainnya sesuai racikan. Hasilnya adalah minuman dengan aroma kuat dan sensasi hangat.
Minuman ini cocok dinikmati ketika malam atau saat berada di kawasan dengan udara lebih sejuk. Saat ini wedang uwuh juga tersedia dalam bentuk kemasan sehingga lebih mudah dijadikan oleh-oleh.
14 Kopi Joss dengan Arang Panas yang Ikonik
Kopi joss menjadi salah satu pengalaman minum kopi yang paling identik dengan suasana angkringan Jogja. Ciri khasnya adalah penambahan arang panas ke dalam kopi sehingga menghasilkan bunyi “joss” yang kemudian melekat pada namanya.
Daya tarik kopi joss tidak hanya berasal dari minumannya, tetapi juga pengalaman menikmati suasana kota, khususnya ketika malam hari.
Kopi Joss dan Budaya Angkringan Jogja
Angkringan merupakan bagian penting dalam pengalaman kuliner Yogyakarta. Pengunjung dapat duduk santai sambil menikmati kopi, teh, nasi bungkus kecil, sate, gorengan, dan berbagai lauk sederhana.
Kopi joss kemudian menjadi salah satu minuman yang banyak diasosiasikan dengan pengalaman tersebut. Bagi wisatawan, menikmati angkringan dapat memberikan perspektif berbeda dibandingkan hanya mendatangi restoran.
15 Wedang Ronde untuk Menemani Malam di Jogja
Wedang ronde merupakan minuman hangat yang mudah ditemukan di berbagai daerah Jawa, termasuk Yogyakarta. Minuman ini umumnya memadukan kuah jahe dengan bola-bola ronde serta pelengkap lainnya.
Walaupun tidak eksklusif hanya dimiliki Yogyakarta, wedang ronde telah menjadi bagian dari pengalaman kuliner malam yang akrab di kota ini.
Minuman Hangat Setelah Berkeliling Kota
Setelah berjalan di kawasan wisata pada malam hari, minuman berbasis jahe memberikan sensasi hangat yang menyenangkan. Inilah alasan wedang ronde sering menjadi pilihan ketika udara mulai terasa lebih dingin.
Kombinasikan eksplorasi minuman tradisional dengan makanan lokal agar perjalanan kuliner tidak hanya berpusat pada hidangan utama.
Cara Menikmati Kuliner Khas Yogyakarta
Menjelajahi kuliner Jogja akan lebih menarik jika tidak sekadar mengikuti daftar makanan viral. Cobalah membagi perjalanan berdasarkan kawasan sehingga kamu dapat memahami hubungan antara makanan dan tempat asal atau perkembangannya. Cara seperti ini juga membuat perjalanan lebih efisien karena beberapa tujuan dapat dikunjungi dalam satu rute.
Misalnya, eksplorasi kawasan Bantul dapat diarahkan pada sate klathak dan wedang uwuh, sedangkan perjalanan ke Kaliurang bisa diselingi menikmati jadah tempe. Kotagede menawarkan pengalaman berbeda dengan jajanan seperti kipo.
Jangan Hanya Mengejar Tempat Viral
Popularitas media sosial dapat membantu menemukan kuliner baru, tetapi antrean panjang tidak selalu menjadi satu-satunya indikator kualitas. Warung kecil yang sudah lama melayani masyarakat setempat juga dapat memberikan pengalaman autentik.
Perhatikan kebersihan, kondisi makanan, harga, serta selera pribadi. Jika mempunyai alergi atau pantangan makanan tertentu, tanyakan bahan sebelum memesan.
Oleh Oleh Khas Jogja yang Mudah Dibawa Pulang
Berburu kuliner biasanya berakhir dengan pertanyaan mengenai oleh-oleh. Bakpia menjadi pilihan yang sangat populer, tetapi sebenarnya masih ada geplak, yangko, produk berbahan tiwul, hingga kemasan wedang uwuh yang dapat dipertimbangkan.
Setiap produk mempunyai karakter penyimpanan berbeda. Makanan basah tentu membutuhkan perhatian lebih dibandingkan produk kering atau kemasan.
Perhatikan Masa Simpan Sebelum Membeli
Jangan hanya membeli berdasarkan jumlah. Periksa tanggal produksi, petunjuk penyimpanan, kondisi kemasan, dan estimasi perjalanan pulang.
Jika membeli bakpia atau jajanan yang memiliki masa konsumsi relatif pendek, sesuaikan jumlah dengan kebutuhan agar makanan tetap dapat dinikmati dalam kondisi baik.
Kesimpulan Makanan Dan Minuman Khas Yogyakarta
Menjelajahi makanan dan minuman khas Yogyakarta memberikan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar mencicipi gudeg. Ada sate klathak, brongkos, oseng mercon, mangut lele, tiwul, jadah tempe, bakpia, geplak, kipo, yangko, gatot, wedang uwuh, kopi joss, hingga berbagai sajian lain yang tumbuh bersama masyarakat di wilayah berbeda.
Setiap makanan membawa karakter tersendiri. Ada yang lahir dari pemanfaatan bahan lokal, ada yang berkembang sebagai makanan rumahan, dan ada pula yang kemudian menjadi ikon wisata. Karena itu, memahami makanan khas Yogyakarta dan penjelasannya membuat perjalanan kuliner terasa lebih bermakna daripada sekadar mengikuti daftar tempat yang sedang ramai.
Tren makanan khas Jogja viral akan terus berubah, tetapi kekuatan kuliner Yogyakarta justru berada pada keragamannya. Mulailah dari hidangan yang paling membuat penasaran, jelajahi kawasan asalnya jika memungkinkan, lalu lengkapi perjalanan dengan mencicipi jajanan dan minuman tradisional. Dengan cara tersebut, liburan ke Jogja tidak hanya meninggalkan foto, tetapi juga pengalaman rasa yang sulit dilupakan.
FAQ Makanan Dan Minuman Khas Yogyakarta
Ada banyak pertanyaan yang muncul ketika wisatawan pertama kali berburu kuliner di Jogja, terutama mengenai makanan yang wajib dicoba, jajanan untuk oleh-oleh, sampai minuman tradisional. Berikut beberapa jawaban singkat yang dapat membantu menyusun daftar kuliner sebelum berangkat.
Apa makanan khas Yogyakarta yang paling terkenal
Gudeg merupakan salah satu kuliner yang paling identik dengan Yogyakarta. Hidangan berbahan nangka muda ini biasanya disajikan bersama nasi, krecek, telur, tahu atau tempe, serta ayam sesuai pilihan.
Apa saja makanan khas Jogja selain gudeg
Pilihan lainnya mencakup sate klathak, brongkos, oseng mercon, mangut lele, tiwul, gatot, jadah tempe, kipo, geplak, yangko, dan berbagai makanan tradisional lainnya.
Apa jajanan khas Jogja yang cocok untuk oleh oleh
Bakpia, geplak, dan yangko termasuk pilihan yang populer. Produk wedang uwuh kemasan serta olahan tradisional lainnya juga dapat menjadi alternatif tergantung kebutuhan dan lama perjalanan.
Apa minuman khas Yogyakarta yang wajib dicoba
Wedang uwuh merupakan salah satu minuman tradisional yang sangat lekat dengan Yogyakarta, khususnya kawasan Imogiri, Bantul. Wisatawan juga mengenal kopi joss sebagai bagian dari pengalaman kuliner angkringan Jogja.
Apa makanan khas Jogja yang rasanya pedas
Oseng mercon terkenal dengan karakter pedasnya. Mangut lele juga dapat mempunyai rasa pedas tergantung racikan yang digunakan oleh penjual.
Apa makanan tradisional khas Gunungkidul
Tiwul dan gatot merupakan dua kuliner berbahan singkong yang lekat dengan tradisi pangan di kawasan Gunungkidul dan sekitarnya.
Apa kuliner khas Bantul yang terkenal
Sate klathak merupakan salah satu kuliner yang sangat dikenal dari Bantul. Wedang uwuh juga memiliki hubungan kuat dengan kawasan Imogiri di Kabupaten Bantul.
Apakah semua makanan khas Jogja rasanya manis
Tidak. Walaupun rasa manis cukup menonjol pada beberapa hidangan, Jogja juga mempunyai makanan gurih, pedas, berkuah, serta sajian berempah seperti sate klathak, oseng mercon, mangut lele, dan brongkos.
Apa makanan khas Jogja yang sedang viral
Tren kuliner viral berubah dari waktu ke waktu. Oseng mercon, bakpia dengan berbagai inovasi, sate klathak, dan beragam jajanan lokal sering mendapat perhatian di media sosial, tetapi popularitas bukan satu-satunya ukuran kualitas kuliner.
Apa yang harus dicoba saat pertama kali wisata kuliner ke Jogja
Untuk mendapatkan variasi rasa, kamu bisa memulai dari gudeg sebagai hidangan ikonik, mencoba sate klathak atau brongkos sebagai makanan utama lain, memilih bakpia atau kipo sebagai jajanan, kemudian menikmati wedang uwuh atau kopi joss sebagai minuman.
